Situs Dosen STKIP Siliwangi Bandung - Cynantia.R,S.Ds,Grad.Dipl.Journ.M.M.Pd

Artikel Umum

Artikel : “Kekerasan di sekolah”

Dipublikasikan pada : 20 Oktober 2014. Kategori : .
KEKERASAN DI SEKOLAH

 

Saat ini kekerasan di sekolah telah banyak menjadi berita utama di berbagai tayangan TV swasta. Tidak hanya kekerasan antara murid, namun juga antar guru dan bahkan hampir melanda sebagian besar masyarakat. Namun yang paling memprihatinkan adalah kekerasan yang terjadi di sebagian besar sekolah, dimana sekolah adalah tempat untuk menuntut pendidikan , bukan ajang melakukan kekerasan.

Sebenarnya kekerasan di sekolah bukanlah hal yang baru. Eric Harris dan Dylan Klebold adalah dua pelajar dari Columbine High School di Littleton Colorado, Amerika, yang pernah menewaskan 11 rekannya dan seorang guru pada 20 April 1999. Diberitakan bahwa mereka sering dilecehkan teman-temannya dan merasa tersinggung, sehingga menuntut balas dan melakukan penembakan tersebut. Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Sekarang mulai terbentuk gank-gank yang saling memperebutkan kekuasaan masing-masing dan berkelahi, tidak perduli perempuan atau laki-laki. Bila dibiarkan mungkin saja suatu saat ada murid yang tersinggung atau merasa dilecehkan lalu menuntut balas. Sehingga hal ini perlu mendapatkan perhatian dan penanganan lebih lanjut sebelum sesuatu yang lebih buruk terjadi.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan kekerasan dalam diri seseorang timbul. Apakah karena game, tayangan kekerasan di TV, keadaan dan lain sebagainya. Eric harris dan Dylan Klebold adalah 2 contoh pemuda yang dikabarkan sering bermain game yang tergolong penuh kekerasan seperti Doom, Quake, dan Redneck Rampage. Mereka telah lama merasa terbuang, namun tidak ada yang memperhatikan, bahkan tidak oleh pihak sekolah. Karena itu maka sekolah sebaiknya mengambil tindakan lebih pro-aktif dalam menangani kekerasan di sekolah.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membentuk sekolah agar lingkungannya menjadi kondusif, baik untuk para murid, guru dan staff. Sekolah yang kondusif mendukung lingkungan yang aman, pendidikan yang baik, dan tingkah laku yang terpuji. Program sekolah yang baik akan tergantung pada berbagai faktor seperti keamanan, hubungan sosial yang sehat, emosional dan perkembangan akademik yang baik. Karena itu, karakteristik sekolah yang aman adalah :

 

  1. Fokus pada keberhasilan akademik
  2. Melibatkan keluarga secara menyeluruh
  3. Mengembangkan hubungan dengan masyarakat
  4. Menekankan pada hubungan yang positif antara para murid dan staff
  5. Membahas mengenai masalah keamanan sosial secara terbuka
  6. Memperlakukan para murid secara adil dan bijaksana
  7. Menciptakan cara agar para murid tidak segan untuk saling berbagi
  8. Mempersiapkan sarana bagi para murid yang diduga dilecehkan atau mengalami tekanan
  9. Mendukung karakter kepribadian yang baik
  10. Mengenali dan membantu menyelesaikan masalah
  11. Membantu para murid untuk bersikap lebih bijaksana dalam menghadapi dan menyelesaikan suatu masalah

Sekolah dapat berusaha sebaik mungkin, namun semuanya kembali pada usaha pribadi dan keluarga masing-masing. Bagaimanapun bagi para murid, kekerasan dapat terjadi karena berbagai kombinasi peristiwa, perbuatan dan emosi yang mungkin dapat menimbulkan kekerasan, baik pada diri sendiri atau orang lain.

Dari hasil penelitian, mereka yang cenderung melakukan kekerasan adalah mereka yang sering kali merasa tidak diterima di lingkungan atau cenderung memperoleh pelecehan atau bullying. Karena itu akan penting bagi pihak sekolah dan keluarga untuk mengenali tanda-tanda awal tersebut, sebelum terjadi hal-hal yang lebih buruk.

 

Ditulis oleh

Cynantia Rachmijati,S.Ds,Grad.Dipl.Journ,M.M.Pd

Sumber

www.cecp.air.org

www.wikipedia.com